Posted by: ecologycommunity | November 25, 2009

STUDI PRILAKU SATWA

Ilmu pengetahuan tentang prilaku satwa liar sebenarnya merupakan ilmu yang sudah dikenal oleh manusia sejak jaman purba, semenjak manusia berinteraksi dengan satwa liar. Manusia purba hidup dengan cara berburu satwa liar. Guna memperoleh keberhasilan dalam berburu, maka para pemburu harus tahu dan paham tentang kebiasaan satwa yang diburunya, sehingga pemburu yang paling ahli biasanya dia tahu betul seluk beluk mengenai satwa buruannya. Keahlian berburu ini kemudian diturunkan dengan cara menstranfer informasi tersebut pada anak keturunannya. Pada jaman  sekarang ilmu pengetahuan prilaku satwa sangat bermanfaat sekali di dalam pengelolaan satwa liar dan satwa domestikasi, karena dengan mengetahui prilaku satwa maka pihak pengelola dapat mengetahui kecenderungan dari perkembangan populasi dan interaksinya dengan habitatnya. Selain itu dengan adanya ilmu perilaku satwa pihak pengelola dapat menjawab pertanyaan mengenai bagaimana satwa menanggapi stimuli di lingkungannya dan mengapa satwa berperilaku demikian.

Pada dasarnya ilmu ada dua prilaku dasar pada satwa liar, yakni : insting dan belajar. Insting memiliki beberapa karakteristik. Pertama, insting dilakukan oleh sebagian besar dari suatu populasi species. Kedua, insting merupakan pola perilaku bawaan yang akan tampak dengan stimuli yang relatif sederhana. Belajar dapat didefinisikan sebagai indera terkasar sebagai perubahan adaptif dalam perilaku yang dihasilkan dari pengalaman. Pola perilaku satwa tersebut sangat berguna untuk membantu satwa untuk memperoleh makan atau air, menghindari musuh, membangun tempat tinggal, menemukan pasangan, atau melindungi keturunannya. Meskipun begitu, pola perilaku sangat berhubungan erat dengan masalah ekologi. Sebagai contoh, satwa yang hidup di habitat dengan daya dukung yang baik akan memiliki perilaku makan yang berbeda dengan satwa yang hidup di habitat dengan daya dukung yang rendah yang bisa makan apa saja untuk bertahan hidup.

Salah satu metode untuk mempelajaro perilaku satwa liar adalah Scan Sampling. Metode ini merupakan bentuk sederhana dari instantaneous sampling yang didalamnya beberada individu diamati dengan point waktu yang telah ditentukan dan perilaku yang ditetapkan untuk diamati. Salah satu kegunaan dari scan sampling adalah untuk mengestimasi persen waktu yang digunakan individu species dalam berbagai aktifitas. Hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan metode ini adalah dalam penentuan rating waktu dan frekuensi dalam sifat yang diamati pada saat mulai dan mengakhiri.

Beberapa alat yang digunakan dalam kegiatan scan sampling ini antara lain: Binokuler, kamera, handycam, stopwatch, tallysheet dan lain-lain. Sedangkan bahan yang digunakan dapat berupa individu satwa yang diamati itu sendiri, dan habitat satwa yang diamati.

Tallysheet Scan Sampling

Tanggal Pengamatan  :

Species                                  :

DurasiWaktu Individu A Individu B Individu C

perilaku

lokasi

perilaku

lokasi

perilaku

lokasi


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Categories

%d bloggers like this: